ANTUSIAS RONI DAN RIMA
Ada seorang siswi SMU kelas 3 bernama Rima yang berpacaran dengan Roni yang sama-sama kelas 3 tetapi lain kelas. Sudah sejak kelas dua awal semester mereka menjalin hubungan percintaan. Mungkin sudah ditakdirkan oleh yang kuasa, mereka kelihatan sudah tidak bisa dipisahkan. Taman-teman mereka merasa iri (dalam arti positif) dengan hubungan mereka yang hampir tidak pernah ada konflik. Point tambahan buat Rima dan Roni dimata teman-teman adalah bahwa mereka dinilai pasangan yang sudah bisa berfikir dewasa dalam hidup. Sehingga banyak teman-teman yang sering minta nasihat dari Rima atau Roni kalau mereka menghadapi masalah.
Rima dan Roni sudah mulai merencanakan kehidupan mereka. Sejak akhir kelas dua, Rima dan Roni sudah merencanakan untuk menikah setelah mereka nanti lulus. Untuk itu sambil sekolah mereka membuat bisnis kerajinan tangan dan hasilnya cukup lumayan untuk ditabung. Mereka memang tidak ingin menjadi tanggungan orang tua setelah mereka menikah nanti. Dari bisnis ini mereka yakin akan berkembang terus dan memang demikian kenyataanya. Walau mereka tidak punya keahlian khusus dalam bisnis, tekad dan antusias mereka membuat bisnis mereka berkembang cepat.
Hubungan dan bisnis mereka belum di ketahui oleh orang tua mereka yang masing-masing sibuk bekerja. Jarang sekali orang tua mereka memperhatikan keadaan anaknya. Berdialog dengan anak bahkan tidak pernah. Apalagi orang tua Rima yang memang sangat sibuk, sebagai bisnisman (ayahnya) dan wanita karier (ibunya).
Baru setelah liburan catur wulan I mereka berterus terang kepada orang tuanya masing-masing tentang hubungan mereka berdua, rencana kedepan, juga tentang bisnis yang mereka lakukan. Dengan sedikit cuek, orang tua tidak mempermasalahkan hubungan mereka berdua, tetapi sangat menentang dan sangat tidak setuju rencana ke depan maupun bisnis yang mereka lakukan saat ini.
Dengan alasan :
1. Mereka masih SMU dan harus lulus.
2. Mereka harus melanjutkan kuliah dan menjadi sarjana dan orang tua akan membiayai sampai mereka S2.
3. Binis yang mereka lakukan saat ini dinilai sangat menggangu konsentrasi belajar (dilihat dari nilai raport mereka yang menurun) untuk itu harus dihentikan dulu agar tidak menggangu konsentrasi mereka dalam belajar. Orang tua masih sangat mampu membiayai mereka (orang tua keduanya memang tergolong kaya).
Dengan keputusan orang tua masing-masing, yang kebetulan mempunyai alasan yang mirip itu hati Rima dan Roni menjadi sangat terpukul. Mereka tidak berani menentang orang tua, disisi lain tekad mereka sudah tidak bisa diganggu lagi. Pendirian mereka sangat teguh dan keyakinan mereka sangat kuat akan rencana yang dibuat. Mereka yakin bisa dan pasti berhasil. Sangat antusias.
Teman-teman mendukung Roni dan Rima terutama Arif dan Nilam teman dekat mereka, juga guru BP sangat mendukung, mereka berpendapat toh, pendidikan yang tinggi tidak menjamin orang akan sukses dan kalau kesempatan bisnis yang sudah berkembang ini di lepas nanti akan susah untuk memulai lagi. Dukungan yang diberikan oleh teman-teman tidak bisa meringankan beban pikiran mereka.
Roni mempunyai ide yang diungkapkan ke Rima bagai mana kalau mereka kawin lari aja. Rima sangat berat untuk menyetujui rencana Roni tersebut. Rima menginginkan mereka nikah secara baik-baik. Roni berpendapat bahwa orang tuanya toh nggak akan memperhatikan mereka berdua. Orang tua mereka tidak akan memikirkan anak-anaknya karena mereka sibuk bekerja, tidak punya waktu untuk berdialog dengan anak. Sebenarnya Rima juga tidak menyalahkan Roni tentang pendapatnya. Karena memang begitulah keadaanya. Keadaan orang tua mereka masing-masing. Yang bisa dikatakan parah dan tidak perduli akan keadaan anaknya.
Dua bulan kemudian Rima kedapatan hamil.
Selain Roni, hanya Arif, Nilam dan Guru BP yang tahu. Guru BP bersikap diam karena yakin bahwa Rima akan melahirkan setelah lulus nanti. Dari hitungannya paling cepat, satu bulan setelah lulus baru melahirkan, dan itu sudah diluar tanggungan sekolah, sehingga tidak akan menjadi aib sekolah.
Memang aneh …. Perut Rima tidak kelihatan besar. Sampai akhirnya pada saat ebtanas bayi Rima lahir secara prematur. Sekolah pun heboh ….. Orang tua keduanya peninggggg.
Bagaimana urutan dari orang yang paling bersalah?
(SPH-design creative from KOMPAS June 3, 2001 page 23)
