KETIKA “CHEESE” KITA BERPINDAH
Pembaca yang setia,
Pada minggu ini marilah kita membicarakan tentang masalah perubahan. Perubahan inilah satu-satunya hal yang abadi, karena tidak ada sesuatupun yang abadi di dunia ini kecuali perubahan. Ada suatu cerita yang sangat menarik tentang perubahan ini yang diambil dari buku “WHO MOVED MY CHEESE?”
Suatu ketika di jaman dulu, hidup empat tokoh yang berlarian di dalam labirin mencari cheese (keju) untuk kesejahteraan dan kebahagiaan mereka. Dua diantaranya adalah tikus yang bernama “Sniff” dan “Scurry”, dua lainya adalah kurcaci sebesar tikus yang berpenampilan dan bertingkah laku sama seperti manusia pada saat ini.
Namanya adalah “Hem” dan “Haw”.
Ada yang menarik dari ke empat tokoh ini karena mereka sama-sama mencari cheese (keju) yang menjadi kesukaan mereka, di suatu kawasan penjelajahan (labirin).
Suatu saat mereka menemukan cheese yang berlimpah di suatu daerah (sebut saja daerah itu namanya Daerah C). Mereka sangat senang sekali dan sangat menikmati cheese yang mereka temukan itu. Tapi walaupun menemukan cheese di daerah yang sama tapi antara tikus dengan kurcaci itu tidak pernah ketemu. Sehingga mereka tidak saling mengganggu.
Bagaimana sikap mereka dan apa yang mereka lakukan?
Si Hem & Haw:
- Mereka pergi setiap hari ke daerah C dan itu menjadi rutinitas harian mereka.
- Mereka selalu bangun siang, karena merasa nyaman dengan kondisi sekarang, kenikmatan akan cheese yang mereka temukan.
- Mereka sangat bangga dengan keberhasilan mereka menemukan cheese dan mulai sombong dengan kesuksesannya. Merasa bahwa cheese itu milik mereka, karena kerja keras mereka.
- Mereka tidak sadar bahwa cheese yang mereka temukan itu akan habis karena dimakan setiap hari.
Si Scurry & Sniff:
- Mereka setiap hari pergi ke daerah C.
- Walaupun mereka setiap hari pergi ke daerah C, mereka selalu berjaga-jaga dan waspada jika sewaktu-waktu ada kondisi yang tidak memungkinkan, yang akan mengganggu cheese mereka dan mereka sendiri.
- Mereka selalu sadar bahwa cheese yang mereka temukan itu suatu saat akan habis.
Akhirnya yang terjadi adalah CHEESE DI DAERAH C HABIS …………….
Hem dan Haw marah, merasa tidak dihargai, dan merasa dunia ini tidak adil. Dalam pikiran mereka, tidak mungkin cheese itu akan hilang. “Apa? Tidak ada cheese? Who moved my cheese? Ini tidak adil!!! Kerja keras kita tidak dihargai!!” umpat Hem. Si Haw pun mengeluh, “Ini tidak mungkin terjadi. Saya tidak percaya. Apa yang terjadi besok bila tidak ada cheese?”
Hari berikutnya Hem masih tidak percaya dan menolak kenyataan bahwa cheese itu sudah habis. Ia masih tetap menunggu dan menunggu, dan tetap percaya bahwa cheese itu pasti akan kembali kepadanya, karena iu merasa bahwa itu memang miliknya. Dan ia tidak mau pergi, karena hilangnya cheese itu bukan karena kesalahan dirinya, pasti karena orang lain.
Haw pada awalnya sama dengan Hem. Tetapi lambat laun ia sadar bahwa cheese itu habis. Tapi ia takut untuk pergi mencari cheese lagi, takut karena belum tentu ia akan menemukan cheese lagi dan juga takut tersesat ketika ia pergi melakukan pencarian lagi. Pada akhirnya dia melakukan pengembaraan dan pencarian cheese baru dan akhirnya ia menemukan suatu daerah yang banyak makanannya dan akhirnya cheese yang lebih banyak lagi bisa ditemukan.
Sedangkan Sniff dan Scurry segera melakukan pencarian lagi menuju ke labirin ketika tahu bahwa cheesenya habis.
Sidang pembaca,
Kalau kita rasakan, hidup kita setiap harinya ada perubahan-perubahan walaupun perubahan itu cuma sedikit sekali. Tapi apakah kita memperhatikan bahwa sebenarnya kita tidak ingin berubah saat terjadi perubahan? Kita tidak menginginkan berubah karena kita sebenarnya punya rasa takut untuk berubah walaupun kita tidak menyadari itu. Perubahan-perubahan dalam kehidupan kita itu dapat kita lihat sebagai berikut;
Ø Perubahan pekerjaan kita: pekerjaan bertambah/berkurang, mutasi, bertambahnya/berkurangnya rekan kerja, bertambahnya tanggung jawab, pensiun, adanya pesaing dalam usaha kita, dll.
Ø Perubahan dalam keluarga: kelahiran anak, kehilangan anggota keluarga, bertambahnya hutang, kebutuhan yang selalu bertambah, perceraian, orang yang kita sayangi sakit, motor/mobil hilang dll.
Ø Perubahan dalam lingkungan kita: dibangunnya gedung-gedung bertingkat tinggi, konflik sosial yang berkepanjangan, lingkungan yang semakin kotor dll.
Ø Perubahan dalam diri kita; putus dengan pacar, badan yang semakin gemuk atau kurus, sakit yang kita derita dll.
Ø Dan masih banyak lagi
Marilah kita melihat Si Hem; kita mencoba bertanya mengapa Hem tetap bertahan?
- Hem merasa nyaman di daerah Comfort Zone
- Takut mengalami kegagalan
- Tidak menyadari apa yang terjadi
- Selalu mengeluh dan tidak berusaha mencari jalan keluar
- Frustasi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan
Banyak dari kita yang mirip dengan Hem. Kita sangat menikmati yang kita dapatkan baik itu pekerjaan, gaji, punya banyak uang, pacar/istri/suami yang ganteng dan cantik, anak-anak yang pinter, cerdas, dan kita selalu bisa bersenang-senang bergumul dengan dunia kita DUGEM (Dunia Gemerlap bahasa Jakartanya). Kita sangat takut kalau semua yang kita miliki itu BERGESER MENJAUH dari kita. Kita sering kurang menyadari apa yang sedang dan akan terjadi. Kita seringnya hanya mengeluh ketika mengalami kondisi yang sedikit bergeser dari keadaan yang sebelumnya nyaman. Semua itulah yang kita namakan dengan “CHEESE kita”. Kita tidak mau kalau cheese kita berubah apalagi berpindah.
Sekarang kita lihat Si Haw;
- Sadar bahwa cheese sudah habis. Ini menunjukkan kesadarannya akan keadaannya sekarang.
- Ia takut bahwa ia tidak akan mendapatkan cheese baru. Ini menunjukkan bahwa ia bergumul dengan ketakutan ketika tidak ada cheese.
- Melakukan pengembaraan lagi. Ia mulai menikmati pengembaraan baru.
- Menemukan banyak makanan baru. Ia mulai beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Menemukan cheese baru yang lebih banyak.
Dari pengembaraan Si Haw itu awalnya ada ketakutan untuk melakukan hal yang baru, dan ia bergulat dengan ketakutannya itu dan pada akhirnya ia pun menemukan cheese baru yang lebih banyak.
Sedangkan Sniff dan Scurry; menyadari bahwa suatu saat cheese itu akan habis, selalu mencari alternatif-alternatif mencari cheese jika diperlukan, lari ke labirin, tidak takut salah dan trial and error , tidak terpaku pada apa yang mereka dimiliki dan selalu mencari hal yang baru.
Sidang pembaca,
Labirin adalah lingkungan luar kita yang penuh dengan ketidakpastian dan kegelapan. Sedangkan cheese adalah hal-hal yang bisa kita nikmati sekarang ini seperti impian, kondisi saat ini, posisi, jabatan dan kedudukan.
Hem, Haw, Sniff dan Scurry adalah bagian dari diri kita. Scurry dan Sniff adalah KEBERANIAN, sedangkan Hem dan Haw adalah pemikiran dan pertimbangan (terutama Haw). KEPUTUSAN memang perlu Hem and Haw tapi harus diikuti dengan KECEPATAN dan KESIGAPAN bertindak ala Sniff dan Scurry.
ANDA MASUK GOLONGAN YANG MANA DARI KEEMPAT TOKOH TSB?????
Yang perlu kita cermati:
c Perubahan selalu terjadi
c Mengantisipasi perubahan
c Memperhatikan dengan sungguh-sungguh perubahan yang terjadi
c Berubah, bergerak bersama perubahan itu
c Menikmati perubahan
c Bersiap-siap berubah dengan cepat dan nikmati lagi dan lagi.
Apa yang akan berubah terhadap diri kita? Anda sendiri yang bisa menjawab. Silakan cari jawabannya.
Mari kita bersiap dan menikmatinya ……..SELAMAT BERPETUALANG!!!!
